Technoroll

Information Technology, Hardware, Software, Tips & Tricks, and more..

Mengenal komponen-komponen komputer

Artikel ini merupakan bacaan wajib bagi pemula yang hendak merakit komputer. Namun bagi pembaca yang sudah bisa merakit komputer pun tidak ada salahnya membaca artikel ini untuk menambah pengetahuan. Sebelumnya, perlu diperhatikan bahwa tulisan ini terbatas pada lingkup komputer berbasis x86 saja, bukan mac (PowerPC) ataupun platform lainnya.

Agar lebih sederhana maka penulis mengklasifikasikan komponen-komponen komputer menjadi tiga bagian :

  1. Komponen Utama
  2. Komponen Pendukung
  3. Komponen Konvertor

1. Komponen utama

Komponen dasar pembentuk komputer. Tanpa kehadiran salah satu dari komponen ini maka komputer tidak dapat difungsikan secara normal. Penggunaan normal disini sebatas pengguna komputer pada umumnya, karena ada saja orang yang menggunakan komputer tanpa monitor dan/atau input devices untuk keperluan khusus (misalnya sebagai router-box,server,dll yg diakses dari terminal/komputer lain)

Motherboard

Seperti namanya, komponen ini merupakan induk dari komponen lainnya. Motherboard umumnya memiliki dua chipset utama yaitu northbridge dan southbridge.

Northbridge mengatur lalu lintas jalur data utama dari / menuju cpu, memori, dan antarmuka grafis (AGP / PCI-express) yang membutuhkan kecepatan tinggi. Namun pada beberapa sistem terbaru, fungsi kendali lintas data antara cpu-memori mulai diambil alih oleh cpu langsung. Pada motherboard kelas ekonomis umumnya terdapat onboard VGA / Display Adapter pada northbridgenya, sehingga praktis motherboard jenis ini tidak membutuhkan VGA tambahan untuk dapat menampilkan gambar ke monitor. Kekurangan dari onboard VGA ini adalah terbaginya jumlah memori sistem untuk dialokasikan sebagai memori video saja.

Sementara itu Southbridge berperan sebagai pengatur lalu lintas data untuk antarmuka yang berkecepatan rendah seperti I/O ports (keyboard,mouse), PCI, ATA, USB, dan lain-lain. Saat ini semua southbridge juga sudah menyediakan kontroler audio dan LAN terintegrasi.

Mengetahui spesifikasi motherboard sangatlah penting dalam menentukan komponen lainnya karena alasan kompatibilitas. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, diantaranya (namun tidak terbatas pada) :

  • Platform yang didukung (AMD / intel / lainnya)
  • Jenis soket prosesor yang digunakan serta tipe prosesor yang didukung oleh northbridgenya
    • AMD : soket A, 754, 939, 940, AM2, AM2+, AM3, dll
    • intel : soket 478, LGA775, LGA1156, LGA1366, dll
    • Soket prosesor yang cocok tidak menjamin kompatibilitas terhadap prosesornya.
  • Modul memori yang didukung
    • SDR-SDRAM, DDR, DDR2, DDR3, ECC-registered, dll
    • Dukungan standar Dual-Channel
  • Jumlah, jenis, dan standar antarmuka yang tersedia
    • slot AGP / PCI-express
    • PATA / SATA
    • Konektivitas : USB, firewire, LAN, eSATA, dll
  • form-factor
    • ATX, µ-ATX, mini-ITX, BTX, dll. Namun yang umum digunakan adalah ATX dan µ-ATX / micro-ATX.
    • Baik ATX maupun µ-ATX sama-sama kompatibel dengan PSU jenis ATX yang banyak tersedia di pasaran.
    • µ-ATX memiliki ukuran yang kecil dan cocok disandingkan dengan casing yang sejenis (micro-ATX), namun tetap kompatibel dengan casing jenis mid-tower atau full-tower.

Selain itu patut dipertimbangkan juga fitur-fitur tambahan yang sifatnya spesifik untuk masing-masing produsen motherboardnya seperti dual-bios, fasilitas overclocking, dan lain sebagainya. Namun hal-hal tersebut tidak terlalu mempengaruhi kompatibilitas terhadap komponen lain, jadi bisa dihiraukan.

CPU

Central Processing Unit, atau lebih spesifiknya x86-compatible microprocessor, namun lebih sering disebut prosesor. Komponen pengolah instruksi yang memproses baris-baris kode program ini merupakan komponen yang perkembangannya paling pesat belakangan ini. Instruksi-instruksi baru ditambahkan dalam rentang waktu yang relatif singkat, mulai dari MMX, 3DNow!, SSE, SSE2 sampai SSE5, AVX, dst. Setelah clock rate-nya mencapai batas optimum di angka <4 GHz (optimum secara perbandingan penggunaan daya vs kinerja), kini arsitekturnya yang terus dikembangkan. Sebuah prosesor terbaru dengan clock 2 Ghz mampu menyamai performa prosesor kuno berkecepatan 3 Ghz sekalipun. Selain penyempurnaan arsitektur, penambahan jumlah inti prosesor (core) pun mulai populer dikalangan produsen mikroprosesor. Aplikasi-aplikasi yang memanfaatkan cpu ber-inti ganda ini pun mulai bermunculan dengan skala peningkatan kinerja yang semakin linear. Dan perkembangan terakhirnya konon mikroprosesor berbasis x86 ini mulai bergerak kearah modular.

Terlepas dari dongeng teknologi diatas, untuk komponen ini pilihan anda sebagai konsumen dan pengguna semata umumnya terbatas pada dua nama besar yaitu AMD dan intel. Sebelum memilih motherboard, ada baiknya anda tentukan dahulu prosesor yang hendak anda gunakan.

Overall dari segi performa untuk saat ini sebetulnya baik intel maupun AMD tidaklah berbeda jauh, walaupun performa clock-per-clock AMD kalah dibanding intel (AMD 2.8GHz hanya mampu menyamai intel 2.5GHz di kelas dan generasi yang sama). Namun harga yang dipatok AMD lebih murah (price-per-Mhz) sehingga masih mampu bersaing sebagai produsen prosesor kelas ekonomis. Dari berbagai macam hasil uji benchmark yang banyak tersebar di internet, dapat disimpulkan bahwa untuk kelas entry-level, prosesor AMD sangat tangguh untuk keperluan gaming. Sementara itu prosesor intel lebih unggul dalam uji aplikasi profesional kelas workstation seperti video encoding serta 3d rendering. AMD cocok untuk gaming (jenis aplikasi yang haus bandwidth memori) karena kontroler memori terintegrasinya. Sementara cpu intel selain core i5/i7 yang belum memiliki kontroler memori terintegrasi, walaupun arsitektur cpunya mampu mengungguli AMD dalam aplikasi profesional, performa gaming-nya terhambat oleh keterbatasan kontroler memori northbridge pada motherboard.

Namun perlu diperhatikan bahwa kondisi pada saat tulisan ini dibuat belum tentu sama pada tahun yang akan datang.

Memori

Secara sederhana, memori atau RAM (Random Access Memory) pada komputer berfungsi sebagai media penyimpanan sementara berkecepatan tinggi yang digunakan oleh program untuk meletakkan data yang hendak diproses oleh CPU.

Seperti halnya prosesor, memori juga memiliki slot yang berbeda untuk tiap jenisnya. Untuk komputer, SDR (Single Data Rate) SDRAM menggunakan slot 168-pin, DDR (Double Data Rate) SDRAM 184-pin, dan yang paling umum saat ini yaitu DDR2-SDRAM menggunakan slot 240-pin. Untuk laptop, modul memori yang digunakan berbeda dengan komputer. Laptop menggunakan modul yang memiliki ukuran kecil yang biasa disebut SODIMM (Small Outline Dual-Inline Memory Module), lalu pada beberapa laptop ultraportable seperti sony vaio dan fujitsu ada juga yang menggunakan micro-DIMM.

Untuk rating kecepatan, umumnya tiap modul sejenis yang memiliki rating kecepatan lebih tinggi hampir selalu backward compatible. Artinya, apabila motherboard anda hanya mendukung penggunaan memori dengan rating PC5300 (DDR2-667) maka menggunakan modul yang memiliki rating PC6400 (DDR2-800) tidak masalah. Walau terkadang pada jenis laptop seringkali ditemui kasus modul PC3200 (DDR-400) tidak kompatibel dengan laptop yang menggunakan PC2700 (DDR-333).

Untuk menggandakan kecepatan memori anda dapat memanfaatkan fitur dual-channel apabila motherboard atau prosesor-nya mendukung. Dual-channel memiliki prinsip kerja mirip teknologi RAID level 0 (striped) pada hdd, dimana dua media yang sejenis diakses secara berbarengan sehingga throughput keseluruhan meningkat dua kali lipat. Oleh karena itu diperlukan sepasang modul memori dengan karakteristik yang serupa baik ukuran maupun rating kecepatannya, misalnya 2x2GB-PC3200, atau 4x2GB-PC3-12800, dst.

Perlu diketahui bahwa untuk sistem operasi 32-bit jumlah alokasi address-space memori maksimum yang didukung adalah 2 pangkat 32 (4,294,967,296 Byte / 4096 MegaByte / 4 GB). Namun karena cara kerja sistem operasi kelas desktop seperti windows XP / ubuntu desktop yang secara default mengalokasikan sebagian address-space tersebut untuk keperluan lain, maka ketika anda memasang modul memori sampai 4GB jumlah yang terbaca (dan dapat digunakan) menjadi berkurang (variatif antara 3-3.5GB).

Video Graphics Array / VGA / Display Adapter

Kartu VGA pada kodratnya hanyalah berfungsi sebagai penerjemah baris kode yang dimuntahkan oleh prosesor supaya menjadi barisan pixel-pixel berwarna di monitor anda. Idealnya, besar memori yang dimiliki oleh kartu VGA berbanding lurus dengan tingkat resolusi serta jumlah warna yang hendak ditampilkan. Namun kini situasinya sudah jauh berbeda (sebelumnya penulis berbicara tentang kondisi pada jaman aplikasi 3D belum sepopuler sekarang). Kini VGA sudah menjadi mesin penghitung pixel sekaligus manipulasi geometri dan tekstur 3 Dimensi, plus mesin dekoder video kompresi tinggi (AVC-1 / H.264), dengan ukuran memori mencapai jumlah yang sudah diluar akal sehat (>1GB). Bahkan ada yang menambahkan fungsi perhitungan fisika kedalamnya (PhysX). Sayangnya penulis tidak akan mengulas teknologi dibalik VGA monster semacam itu.

Geforce_7300GT_256_PCIe

Lagi-lagi, seperti halnya prosesor dan memori, komponen kartu VGA juga mengalami perkembangan yang menuntut perubahan form-factor. Pada awal-awal masa aplikasi 3D mulai populer, kartu VGA mulai menggunakan port AGP, setelah sebelumnya sukses menjalankan fungsi dasarnya melalui port PCI. Namun semenjak awal 2005, port ini mulai tergeser dengan keberadaan standar baru yang menjanjikan bandwidth yang lebih lebar yaitu PCI-express (PCIe). Kini PCIe sudah mencapai versi 2.0 (kurang beberapa bulan lagi menuju 3.0).

Selain port PCIe menindas AGP, ada lagi yang tertindas, yaitu port DVI menindas port VGA (aka RGB 15-pin D-Sub). DVI menggunakan sinyal digital untuk informasi luminasi dan warna, sementara VGA masih menggunakan gelombang (analog). DVI dikembangkan sebagai media penghantar sinyal untuk perangkat display digital semacam monitor LCD atau proyektor digital. Namun pada prakteknya masih banyak saja produsen monitor LCD yang masih menggunakan konektor VGA D-sub. Untungnya konektor DVI backward compatible dengan konektor VGA D-sub (menggunakan konverter). Keuntungan menggunakan DVI adalah sinyal yang dikirim dari kartu VGA tidak mengalami penurunan kualitas sesampainya di perangkat display (e.g: Monitor LCD), dimana pada kasus menggunakan konektor VGA, sinyal tersebut mengalami proses konversi dari Digital-to-Analog (D/A), diteruskan melalui kabel, lalu dikonversi kembali dari Analog-to-Digital (A/D) oleh si monitor LCD. Proses konversi tersebut (D/A–A/D) konon mengurangi kualitas gambar yang ditampilkan. Walau terkadang mata manusia pada umumnya kurang mampu membedakannya (termasuk penulis).

Selain kartu VGA yang berbentuk add-on card, ada pula VGA yang terintegrasi pada motherboard, atau biasa disebut VGA onboard / integrated. Seperti dibahas pada bagian motherboard, VGA jenis ini mengambil sebagian memori utama sebagai buffer-nya.

Media penyimpanan (hdd/odd/fdd)

HDD / hard disk drive, media penyimpanan utama pada komputer yang bekerja menggunakan sistem magnetis. Sebelum era HDD SATA/SATA2, baik HDD maupun ODD (Optical Disk Drive) masih menggunakan antarmuka PATA / Parallel ATA (atau seringkali disalahsebutkan sebagai IDE). Teknologi PATA secara teori memiliki kecepatan maksimum 133 MB/s (ATA-7/Ultra-ATA 133), sementara standar baru SATA dapat mencapai 1.5Gbps (~150 MB/s throughput), dan SATA2 dua kali lipatnya 3.0Gbps (~300 MB/s), lalu SATA3 dua kali lipatnya lagi 6.0Gbps (~768MB/s). Perbedaan kecepatan maksimum tersebut kurang berpengaruh dengan teknologi hdd saat ini karena kecepatan baca maksimum hdd konvensional yang masih menggunakan piringan magnetis pun belum ada yang menembus angka 133 MB/s. Namun lain ceritanya dengan teknologi SSD (Solid-State Drive).

Saat ini, contoh SSD paling mudah ditemukan pada netbook (cth: Asus EeePC). Baik ukuran maupun biaya per-MB-nya masih kalah jauh dibanding hdd, namun kecepatan baca non-linear-nya yang tinggi sangat menggiurkan untuk digunakan sebagai media penampung sistem operasi seperti windows. Namun karena cara kerjanya yang mirip dengan USB flash drive, SSD ini memiliki kekurangan yang sama yaitu batas umur pemakaian berdasarkan banyaknya siklus tulis-ulang / re-write. Karena itu SSD seringkali dikombinasikan dengan HDD konvensional, dimana SSD berperan sebagai OS kernel loader, sementara HDD sebagai media penyimpanan dokumen dan file-file lain yang sering ditulis-ulang (frequently modified) seperti browser cache, temporary files, dan lain-lain.

Beralih ke ODD, teknologi yang masih umum saat ini yaitu DVD (Digital Versatile Disc / Digital Video Disc), perlahan-lahan mulai menemui akhir hayatnya. Teknologi penggantinya yaitu blu-ray disc sudah didepan mata dengan kapasitas 5x lipatnya DVD.

Casing

Ini dia ‘kandang’nya komputer. Komponen ini seringkali dijadikan prioritas kesekian ketika merakit komputer, padahal casing itu sendiri justru bagian yang paling terlihat dibanding jeroannya. Casing komputer memiliki banyak form-factor, namun yang paling sering ditemui adalah ATX, mid-tower, mini-tower, dan micro-ATX (casing mini-tower yang slim, umumnya ditemui pada komputer barebone). Selain ATX, ada juga casing jenis reverse-ATX dimana posisi motherboard dibalik dan posisi PSU berada dibawah, sehingga (konon katanya) aliran udara didalam casing menjadi lebih baik.

Power Supply Unit / PSU

typical ATX PSU

Layaknya jantung manusia memompa darah ke seluruh tubuh, maka PSU bagaikan jantungnya komputer. Komputer bekerja menggunakan listrik, dimana arus listrik bertegangan rendah dimanipulasi sedemikian rupa menggunakan milyaran transistor sehingga menghasilkan variasi tegangan untuk kemudian dibaca sebagai arus data. Bayangkan apabila ditengah-tengah operasi yang membutuhkan presisi sampai skala milivolt tersebut PSU anda menyuplai arus yang tidak beraturan. Karena itulah, tidak salah apabila komponen yang satu ini menjadi prioritas utama anda ketika belanja komputer. Dalam hal ini, harga tidak bohong.

Standar komputer ATX umumnya memanfaatkan daya 3.3v, 5v, dan 12v. Jalur 3.3v digunakan untuk memori dan periferal kecil lainnya, 5v untuk sumber tenaga port USB, bagian elektronis hdd/odd, dll. Terakhir, jalur paling ramai yaitu 12v merupakan rail yang membutuhkan daya paling besar pada komputer modern. Prosesor, kartu VGA, motor / dinamo pada hdd/odd, serta kipas-kipas pendingin, adalah beberapa dari sekian banyak komponen lainnya yang menarik daya dari jalur 12v ini. Karena itu kapasitas ampere maksimum pada jalur 12v merupakan indikator terpenting dalam memilih PSU. Pada beberapa PSU jalur 12v ini seringkali dipisah menjadi dua rail atau lebih (seringkali tertulis 12v1, 12v2, 12v3, dst pada labelnya).

Untuk mengetahui seberapa besar kebutuhan daya komputer anda, bisa menggunakan power supply calculator, atau dikira-kira sendiri dengan menghitung konsumsi daya periferal yang paling memakan listrik (e.g : prosesor dan VGA). Menghitungnya bisa menggunakan TDP (Thermal Design Power) dari prosesor atau chipset VGA. Misalkan sebuah prosesor AMD Athlon X2 yang memiliki TDP 65W, kira-kira mengkonsumsi daya 5.4A (65W / 12v). Apabila PSU anda memiliki rating 16A pada rail 12v, maka praktis hanya tersisa 10.6A lagi untuk menghidupi kartu VGA, HDD, ODD, kipas-kipas, dan lain-lainnya. Cukupkah ? ;)

Input Device

Keyboard, Mouse, Touch-pad, Touchscreen, Trackball, Pointing-stick, Pen-mouse, Tablet / Wacom, Wireless presenter, Remote control, MIDI controller, Gamepad, Joystick, Steering Wheel, FPS-gun, dan mungkin masih ada beberapa yang terlewat.

Display Device / Layar Komputer

dell crystal LCD

Komponen ini dapat dikatakan sebagai penampil hasil akhir dari segala perhitungan rumit yang dilakukan oleh koordinasi segenap komponen-komponen utama diatas sehingga menghasilkan kombinasi gambar dan teks yang penuh warna beserta segala dekorasinya. Walau ada juga beberapa orang yang lebih suka tampilan berupa teks saja. :D

Layar komputer pada umumnya ada beberapa jenis :

  • LCD Monitor
  • CRT Monitor
  • Proyektor
  • Televisi

Pada komponen ini, selain ukuran layar, terdapat beberapa istilah penting seperti jumlah pixel (resolusi), kedalaman warna, aspect ratio, refresh-rate, dan lain sebagainya yang lebih spesifik untuk tiap jenis layar.

2. Komponen pendukung / opsional

Komponen yang menambahkan fungsi khusus terhadap sebuah komputer.

  • Network Adapter
  • Modem
  • Bluetooth Adapter
  • Firewire Adapter
  • Speaker
  • Printer
  • Image Retriever (Scanner/Webcam/Digicam)

3. Komponen konvertor

Komponen yang berfungsi sebagai jembatan intermediasi antara standar antarmuka satu dengan yang lainnya. Umumnya digunakan sebagai kompensasi untuk standar antarmuka yang baru dengan yang lama (obsolete).

  • SATA-to-IDE
  • DVI-to-VGA
  • USB-to-Parallel,Serial,P/S2,IDE,SATA,wireless
  • PCI-to-PCMCIA,SATA,IDE,SCSI

Mohon maaf sebelumnya, namun karena keterbatasan waktu, kemampuan, serta layout, maka dua komponen lainnya tidak dibahas secara mendalam. Mohon pengertiannya, terima kasih. -penulis

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: